BIOSCEX 2018: Rangkul Organisasi Biologi dengan Eksplorasi


BIOSCEX mlogo bioscexerupakan suatu kegiatan sebagai wadah mahasiswa dalam rangka merawat cita rasa kreatifitas yang dimiliki, dan seabagai ajang menjalin komunikasi antara mahasiswa, dosen, pakar, pemangku kebijakan, serta masyarakat yang terjun dalam bidang keilmuan Biologi. Debut pertama terlaksana pada tahun 2015, kala itu munculnya gagasan mempererat komunikasi Kelompok Studi yang konsen terhadap keilmuan Biologi di sekitaran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Momen tersebut dimanfaatkan pula sebagai sarana mengexpose karya masing-masing organisasi.

Tahun 2018, menjadi tahun ke 2 penyelenggaraan BIOSCEX. inisiatif membangun komunikasi dengan forum yang lebih luas mencuat kala ngobrol santai merencanakan BIOSCEX 2. Bukan hanya kawanan internal UIN saja yang akan dipertemukan, namun diperluas jangkauanya Lanjutkan membaca “BIOSCEX 2018: Rangkul Organisasi Biologi dengan Eksplorasi”

Iklan

Gandeng beberapa organisasi Waterforum Kalijogo Adakan Kegiatan Tanam Pohon di Sungai Babarsari


20170501_1Sungai adalah sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup, entah itu hewan, manusia maupun tumbuhan. Semua organisme membutuhkan sungai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia membutuhkan air sungai untuk dikonsumsi, mandi, mencuci dll. Hewan juga membutuhkan air sungai sebagai sumber utama dalam memenuhi kebutuhandan bertahan hidup. Bukan hanya itu manfaat sungai, manfaat yanglainialah sebagai pembangkit listrik dan sarana tranportasi. Disamping sungai memiliki banyak manfaat bagi seluruh organisme, sungai merupakansalah satu ekosistem yang adadi bumi ini. Dimana disana terdapatberbagai macam organisme yang sangat bergantung untuk menunjang hidupnya. Akan tetapi realita yang ada, saat ini sungai sudahtidaklah lagi sesuai dengan yang diharapkan, karena sungai yang seyogyanyamenjadi sumber kehidupan malah menjadi sumber kehancuran. Hal ini tidak lain adalah ulah manusia. Lanjutkan membaca “Gandeng beberapa organisasi Waterforum Kalijogo Adakan Kegiatan Tanam Pohon di Sungai Babarsari”

BIOINDIKATOR SUNGAI MENGGUNAKAN CAPUNG


IMG-20170406-WA0002
desain by Bangga

Jum’at 7 April 2017. Kelompok studi WaterforumKalijogo mengadakan sebuah Talk Show yang bertema tentang ‘Bioindikator Sungai’ di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini berlangsung mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 11:00 WIB. Adapun pembicara Talk Show kali ini mendatangkan tokoh yang telah lama bergerak dan dan familiar dikalangan pengamat capung indonesi yaitu Joko Setiyono S.Si atau biasa di sapa mas Jack. Acara kali ini di hadiri beberapa tamu dari berbagai kampus dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda yaitu Mahasiswa UIN SunanKalijaga, Kelompok Studi Biolaska, Odonata Kampus UNY, BSC ATMA JAYA, Capung Indonesia dan beberapa Mahaiswadari FMIPA UNS dan UKDW.

Talk Show tersebut pembicara memaparkan bahwa capung bisa digunakan sebagai indikator lingkungan karena beberapa alasan, dari pola hidup hingga morfologi capung yang memiliki sensor yang sensitif terhadap suhu dan bahan kimia. Capung mendeteksi perubahan lingkungan melalui antena yang berada di atas kepalanya Lanjutkan membaca “BIOINDIKATOR SUNGAI MENGGUNAKAN CAPUNG”

Filosofi Sungai


sungai

  ‘’ Jadi manusia itu kalo bisa seperti sungai itu lho penuh dengan kebaik’’, itu adalah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si atau biasa disapa Prof Sugi mengenai cara pandang beliau mengenai alam terutama sungai. Berawal dari suatu acara sarahsehan konservasi saya dipertemukan dengan beliau yang merupakan pemateri dalam acara berikut. Cara pandang beliau mengenai alam yang luas membuat saya tertarik dengan konsep-konsep beliau. Hingga sampai pada perkataan beliau yang menghubungkan perilaku manusia dengan sungai yang menurut sata paling unik. Lanjutkan membaca “Filosofi Sungai”

Gadjah Wong River Explore


jajal
Kegiatan peserta dan kondisi sungai dalam acara Gadjah Wong River Explore. Picture by Saihu

Senajan Aku Cilik Seng Penting Kaliku Resik. Itulah slogan yang sering kita lihat di jembatan ataupun daerah pinggir sungai Gadjah Wong. Sudah selayaknya kita sebagai warga negara yang baik  harus menjaga kebersihan sungai. Sungai merupakan arteri dalam tatanan perkotan. Sungai yang bersih merupkan bukti bahwa masyarakat sadar akan pentingnya sungai. Sebaliknya kondisi sungai yang buruk merupakan bukti masyarakat kurang sadar pentingnya sungai bagi kehidupan. Seorang akademisi di bidang biologi yang notabene mengerti ilmu konservasi dan restorasi lingkungan, seharusnya ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian sungai. Seperti hal yang dilakukan oleh kelompok studi Water Forum Lanjutkan membaca “Gadjah Wong River Explore”

KARST yang “Penting” KARST yang “Genting”


oioi
Picture by Google

         Minggu, 31 Juli 2016. Perwakilan KS WaterForum diundang untuk mengikuti seminar Konservasi dari Belantara Indonesia (BI) mengenai Pentingnya Menjaga Kawasan Karst. Seminar yang digelar di aula hotel Surya Andesa tersebut diikuti oleh para mapala-mapala dan komunitas pemerhati lingkungan dari Solo Raya hingga Yogyakarta.
Acara tersebut diawali dengan pemaparan pengertian kawasan Karst oleh mas Agil selaku ketua BI devisi Konservasi. Menurut beliau “Kawasan Karst adalah kawasan yang memiliki pola hidrologi khas yang terbentuk dari batuan yang memiliki tingkat kelarutan yang tinggi (batu gamping) serta porositas sekunder yang berkembang dengan baik”.
Lanjutkan membaca “KARST yang “Penting” KARST yang “Genting””