International River Class

wff

International River Class pertama di selenggarakan oleh KS Waterforum Kalijogo

   Yogyakarta (16/03/16) Kelompok studi Waterforum Kalijogo menggelar diskusi yang bertajuk internasional River Class. Kesempatan tersebut mengangkat tema “Perbandingan Manajemen Sungai Indonesia dan Belanda”. Narasumber pada diskusi ini cukup spesial yaitu Mrs. Romy Serena Dekker, merupakan mahasiswa pogram master pada jurusan Antropologi dan Pengembangan Sosial di Leiden University, Belanda.

                “Tujuan diselenggarakannya diskusi tersebut adalah memberikan pengetahuan serta referensi  kepada teman-teman Waterforum khusunya dan umumnya untuk Mahasiswa lain yang hadir mengenai menejemen sungai di Negeri kincir angin” ungkap salah satu anggota KS Waterforum.  Kemudian disisi lain ada tujuan khusus yang ingin di capai, yaitu supaya para river defender dalam mengelola sugai di indonesia khususnya di Yogyakarta dapat belajar dari pengelolaan sungai di Belanda.

                Diskusi yang menghadirkan narasumber dari luar negeri ini baru pertama kali dilakukan oleh Waterforum Kalijogo. Acara  ini merupakan serangkaian kegiatan yang dikemas untuk menyambut Ulang Tahun Waterforum Kalijogo ke 4, pada tanggal 28 maret.

                Sebagai awal diskusi, Narasumber memaparkan bagaimana manajemen sungai di Belanda. Seperti yang telah kita ketahui sungai di Belanda memiliki manajemen yang lebih baik. Pengelolaan sungai disana sudah tersistematisasi, sehingga memiliki kondisi yang lebih tertata sekaligus bernilai estetis tinggi.

                “Dulu sungai di Belanda tidak sebagus seperti sekarang, kami juga pernah mempunyai sungai yang kotor, banyak sampah, namun berkat kerja keras yang dilakukan oleh banyak pihak, alhasil saat ini sungai sudah tertata rapih” ungkap narasumber yang kerap di panggil Romy tersebut.

                Pengelolaan sungai tidak dapat dilakukan oleh individu, atau bahkan oleh suatu kelompok sekalipun. Harus dengan bersama-sama dan saling bersinergi, mulai dari pemerintah, lembaga pengelola perairan, lembaga pendidikan, LSM, dan juga masyarakat.

                Namun manajemen sungai di Belanda tidak sepenuhnya dapat diterapkan di Indonesia. Iklim dan kondisi geografis yang berbeda adalah salah satu alasanya. Satu hal yang dapat diambil pelajaranya adalah bagaimana step-step yang dilakukan negara Belanda dalam menata dan mengelola sungai. Kemudian penting juga belajar cara mereka menyadarkan masyarakat, baik yanga ada di bantaran maupun yang tidak arti pentingnya sungai untuk  masa depan. Romy berkata “ Kewajiban menjaga sungai merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan pemerintah ataupun masyarakat bantaran sungai saja”.

                Auidien yang sebagian besar merupakan mahasiswa terlihat menikmati dan memperhatikan apa yang disampaikan Romy. Adanya mas Ardhy yang menjadi translator, mempermudah  audien  memahami materi kelas saat itu. Sesekali tawa audien pecah ketika narasumber kurang tepat mengucapkan bahasa Indonesia disela-sela presentasinya.

                Sesi tanya jawabpun akhirnya dibuka dengan banyak pertanyaan dari audiens. Pertanyaan dari perwakilan KUJ (Komunitas Untuk Jogja) menjadi pembuka sesi yang sudah dinanti. Dari KUJ bertanya mengenai apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah sungai di Indonesia. Mrs Romy menjawab “ ka  rena kondisi Indonesia dan disana berbeda, di Indonesia budaya begitu di junjung tinggi jadi mungkin pendekatan melalui budaya dan penyadaran masyarakat secara cerdas melalui hati bukan dengan pemberian materi, pemberian denda bagi pelanggar mungkin bisa diterapkan disini namun itu bisa jadi pilihan terakhir”.

                Kemudian audiens juga menyakan mengenai pola menejemen sungai di Belanda, dimana sungai yang ada di sana melintasi beberapa negara lain. Jawaban yang di sampaikan adalah bahwa Belanda dengan beberapa negara mempunyai kerjasama yang baik dalam hal mengelola sungai. Bahkan koordinasi yang dilakukan sangat baik, ketika terjadi kenaikan deit air di satu negara, nanti akan di informasikan kepada Belanda, papar narasumber.

                Pada sesi penutupan acara, perwakilan waterforum meberikan cinderama berupa lukisan wayang dan patung sebagai ucapan trimakasih untuk Mrs Romy. Serentak tepuk tangan meriah pun muncul dari audiens. Acara berjalan dengan sukses dan lancar dari awal hingga akhir. Tidak terlupakan foto bersama sebagai kenang-kenagan pada event kali ini menjadi sesi paling puncak.

Ditulis Oleh:

M. Yusuf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s