Memelihara Budaya dengan Cara Kekinian

Budaya, tradisi, adat itu kuno?????

Siapa bilang???

Budaya, tradisi dan adat adalah salah satu aspek dalam pembentukan keprbadian dan karakter kalian guys…..gambar tenun

Baru-baru ini ks waterforum mengikuti event yang bertemakan pemeliharaan budaya lokal dan pemberdayaan warga desa. Acara tersebut diklaim bernama Pasar Tenun Rakyat. Event tersebut mengangkat budaya tenun yang dilakukan oleh masyarakat dusun Sejatidesa, Sumber Arum, Moyudan, Sleman yang telah mendarah daging dan menjadi tradisi di desa tersebut. Acar tersebut mengajak para peserta untuk lebih mengenal dan merasakan langsung bagaiman proses menenun. Tidak hanya proses membuat benang menjadi kain tenun saja, disajikan juga proses penyusunan benang agar kain tenunnya bermotif dan juga cara pewarnaan benang secara alami dan manual.

Pasar Tenun Rakyat tidak hanya melulu menyajikan tentang proses tenun menenun. Adat istiadat desa yang masih kental juga diangkat oleh penyelenggara dan dikenalkan kepada para peserta dan pengunjung. Salah satu acara adat yang ditampilkan adalah baritan. Upacara baritan adalah ritual pengucapan syukur kepada Sang Pencipta karena telah diberikan hewan-hewan ternak yang sehat dan melimpah. Kegiatan dalam ritual ini diawali dengan memandikan ternak warga di sungai Progo dan diakhiri dengan makan bersama di tepi sungai Progo. Kurang asiikkk gimana guys??, makan bareng di tepi sungai yang masih sambil menikmati udara segar khas desa. Kalo kalo kalian masih beranggapan kalo acara adat itu jadul atau kekunoan mungkin kalian perlu sesekali mengikuti acara kaya gini deh.

Acara yang digelar selama 2 hari 2 malam tersebut diakhiri dengan guyup ripah para peserta, panitia, dan warga desa di Pendapa desa untuk menikmati hiburan yang telah disediakan. Musik gamelan dan tari-tarian tradisional adalah hiburan yang ditampilkan dalam acara penutupan kali itu. Keharmonisan dan keakraban semua komponen acara Pasar Tenun Rakyat tercipta pada malam puncak kala itu. Peserta-peserta yang bisa dibilang anak kekinian dapat tertawa lepas dan berbaur bersama para warga desa dan diiringi musik gamelan yang bisa dibilang  kekunoan. Apalah arti kekunoan atau kekinian, selama itu berdampak baik untuk sesama manusia, alam, maupun Sang Pencipta kenapa harus dilarang dan dicerca. Save Our Lokal Wisdom….!!!!!!

 

Iklan

2 thoughts on “Memelihara Budaya dengan Cara Kekinian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s