Filosofi Sungai

sungai

  ‘’ Jadi manusia itu kalo bisa seperti sungai itu lho penuh dengan kebaik’’, itu adalah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si atau biasa disapa Prof Sugi mengenai cara pandang beliau mengenai alam terutama sungai. Berawal dari suatu acara sarahsehan konservasi saya dipertemukan dengan beliau yang merupakan pemateri dalam acara berikut. Cara pandang beliau mengenai alam yang luas membuat saya tertarik dengan konsep-konsep beliau. Hingga sampai pada perkataan beliau yang menghubungkan perilaku manusia dengan sungai yang menurut sata paling unik. Pernyataan tersebut pada intinya adalah sungai mengajarkan sifat yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Sifat pertama adalah sifat senang berbagi/sedekah. Filosofi tersebut berasal dari muara yang selalu tetap lebar meskipun pada bagian tengah sungai penuh dengan bendungan yang dibangun guna memenuhi kebutuhan manusia seperti bertani. Muara sungai tetap berarus deras meski pada bagian tengah airnya dibagi-bagi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurut beliau prinsip tersebut sama dengan prinsip bersedekah, yaitu semakin sering kita berbagi pada dasarnya rezeki atau harta kita tidak berkurang jumlahnya melaikan akan semakin berlipat-lipat jumlahnya pada akhirnya kelak.

  Filosofi selanjutnya adalah aliran sungai yang berada di atas akan selalu merendah agar air dari atas dapat mengalir ke bawah. Prinsip tersebut sesuai dengan sifat manusia yang harus bersifat merendah/tidak sombong ketika sedang berada diatas. Ketika manusia memiliki kedudukan tinggi tetaplah merendah agar dirimu tetap bermanfaat dan dihargai oleh manusia yang berkedudukan dibawahmu. Alran sungai dari hulu yang deras tentunya memiliki alur lintas yang curam/sangat merendah sehingga aliran sungai tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan untuk masyarakat di bawah.

  Sungai memiliki aliran yang panjang dan berliku-liku. Namun pada dasarnya aliran sungai akan menuju ke arah yang sama yaitu samudra karena semua air sungai berasal dari air laut. Sedangkan seberapapun panjangnya aliran sungai dan serumitnya bentuk sungai, air sungai akan kembali ke asalnya yaitu ke laut. Berdasarkan sifat sungai tersebut Prof. Sugi menggambarkan seperti kehidupan manusia. Serumit apapun kehidupannnya dan selama apapun manusia hidup kelak manusia akan kembali kepada Sang Pencipta. Hal tersebut seharusnya dapat dijadikan pesan kehidupan manusia jika hidup manusia itu tak akan kekal dan tujuan utama manusia kelak kembali ke hadapan Allah dengan laporan amal ibadah kita. Begitu banyak alam mengajari kita dan memberi contoh nyata engenai nilai-nilai kehidupan. Namun hanya orang-orang yang mau berpikir dan dapat membaca saja yang dapat memahaminya. Petuah alam adalah petuah alamiyah yang seharusnya dapat mampu ditagkap dan dilakukan oleh manusia. Hal tersebut dikarenakan manusia adalah bagian dari komponen alam yang komplek ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s